Category Archives: Article

Kabinet Optimal Pamit

Ibarat daun yang jatuh berguguran pada ranting pohon, jatuh sesuai massanya. Dari awal tumbuh daun itu berwarna hijau, akhirnya lama- lama daun itu pun semakin memudar, semakin menguning dan jatuh berguguran tinggalkan rantingnya. Tetapi, ranting yang ditinggalkan daun tadi tak mau lama- lama kosong tanpa daun yang mengisi. Akhirnya, tumbuhlah daun-daun baru yang jauh lebih menarik untuk dipandang karena kesegaran warnanya. Begitulah siklus itu terjadi terus menerus sampai ranting atau pohon tersebut patah bahkan mati. Ya, organisasi itu pun ibarat komponen pohon yang membuahkan ranting dan pada ranting- ranting itu pun melekat dedaunan yang akan memberi manfaat keteduhan bagi orang-orang yang bernaung di bawahnya.
Time flies so fast. Begitulah kata- kata yang mungkin hampir setiap insan katakan ketika amanah di suatu organisasi telah selesai. Pundak pun dirasanya lebih ringan.
Rasa seperti itu juga tentu dirasakan oleh pengurus Kabinet Optimal himpunan mahasiswa matematika 2016 yang kini telah bertransformasi dalam Kabinet Transformatif 2017. Memang bukanlah wajah- wajah asing yang mengisi himpunan kepengurusan tersebut, tapi kami yakin semangat mereka jauh lebih baru dan optimal dibanding kabinet sebelumnya. Memang idealnya seperti itu. Tidak mungkin sebuah ranting menumbuhkan daun yg layu, pasti yang ditumbuhkannya adalah daun yang lebih hijau dan segar dari sebelumnya.
Barakallahu wa innalillah untuk Rizky Anwari sebagai Ketua Himatika 2017 dan segenap himpunan pengurus Kabinet Transformatif 2017. Semoga bisa menjadi daun- daun segar yang meneduhkan orang-orang yang bernaung di bawahnya. Selamat bertransformasi sehingga idealitas- idealitas itu benar- benar menjadi sebuah realitas.

 

Berikut susunan Kabinet Transformatif tersebut :

Ketua umum : Rizky Anwari
Sekretaris Jenderal : Tiara Ika Setyawandani
Sekretaris Umum : Mayang Fati Kusuma
Bendahara Umum : Annisa Muchlisin

Kepala Departemen :
1. Prisma :
Lailannisa Yanfa Uni
Eka Darma Putra Ragil Pratama

2. Linear :
Muhammad Syarwan Rasyidi
Ratna Nur’aini Mutmainnah

3. Apotema :
Joshua Mikhael
Clara Mia Devira Simarmata

4. Radian :
Afiffah Nuur Mila Husniana

Wakil Departemen bidang Penalaran : Annisa’ Qurratu’ Ainiy
Wakil Departemen bidang Pendidikan : Sufyan Sidiq

5. Biner :
Ken Prameswari
Mara Hidayati

6. Aksioma :
Taufik Sarbiyanto
Riyas Shinta Rizky Harum Cahyani

7. Lemma :
Muhammad Wasi’ul Hikmah
Cintya Kusuma Mahadhika

Permodelan Matematika

Pemodelan matematika merupakan bidang matematika yang berusaha untuk mempresentasikan dan menjelaskan sistem-sistem fisik atau problem pada dunia real dalam pernyataan matematika sehingga diperoleh pemahaman dari problem dunia real ini menjadi lebih tepat. (Prayudi, 2006). Sederhananya, model matematika merupakan usaha untuk menggambarkan suatu fenomena ke dalam bentuk rumus matematis sehingga mudah untuk dipelajari dan dilakukan perhitungan.

 

Tahapan Pemodelan Matematika

permodelan1

  1. Mengenali dan menamai variable bebas dan tak bebas serta membuat asumsi-asumsi seperlunya untuk menyederhanakan fenomena sehingga membuatnya dapat ditelusuri secara matematika.
  2. Menerapkan teori matematika yang telah diketahui pada model matematika yang telah dirumuskan guna mendapatkan kesimpulan matematikanya.
  3. Mengambil kesimpulan matematika tersebut dan menafsirkannya sebagai informasi yang berkaitan dengan permasalahan yang dimodelkan dengan cara memberikan penjelasan atau membuat perkiraan.
  4. Menguji perkiraan terhadap data riil. Jika perkiraan yang kita buat tidak sebading dengan kenyataan, maka model yang didapat perlu diperhalus atau merumuskan model baru dan memulai daur kembali. Bisa juga dengan memperbaiki asumsi-asumsi yang diberikan.

 

Jenis-jenis Model Matematika

Berdasarkan Objeknya

  1. Model lingkungan,
  2. Model keuangan,
  3. Model penyakit,
  4. Model sistem control,
  5. Model logistic,
  6. Dan lain-lain

Berdasarkan pola matematikanya

  1. Model differensial,
  2. Model stokastik,
  3. Dan lain-lain

Berdasarkan kekontinuan data

  1. Model deterministic
  2. Model kontinu

 

Berikut merupakan contoh pemodelan sederhana

Sebuah home-industry tekstil membuat dua macam produk tekstil yang sering digunakan masyarakat dewasa ini, yaitu kemeja “SIIP” dan kaos “JOSS”. Dalam home-industry tersebut, kemeja dan kaos harus melalui 4 workstation agar dapat menjadi produk siap pakai, yaitu:

  • Workstation 1 : pemotongan kain dan pembuatan pola
  • Workstation 2 : penjahitan
  • Workstation 3 : pressing dan pemeriksaan (quality control)
  • Workstation 4 : pengemasan

Pemilik home-industry memiliki 4 operator dan masing-masing operator menangani 1 workstation. Pemilik mengalokasikan waktu kerja per hari sebanyak 10 jam yang dimulai dari pukul 08.00 hingga pukul 18.00. Sistem kerja yang diterapkan pada home industry tersebut merupakan sistem kerja seri, yang artinya proses kerja tersebut dilakukan secara berurutan yang dimulai dari workstation 1 dan berakhir di workstation 4. Pemilik menerapkan waktu kerja per shift, yang dimaksudkan bahwa workstation 1 akan mendapatkan shift pertama, workstation 2 akan mendapatkan shift kedua, dan seterusnya. Pemilik menetapkan shift per hari untuk 4 workstation seperti dibawah ini :

  • Shift 1 (Workstation 1) : pukul 08.00-09.30
  • Shift 2 (Workstation 2) : pukul 09.30-13.00
  • Shift 3 (Workstation 3) : pukul 13.00-16.00
  • Shift 4 (Workstation 4) : pukul 16.00-18.00

Kapasitas produksi untuk kemeja dan kaos per harinya dalam home-industry tersebut adalah 200 buah dan 120 buah. Produk kemeja dan kaos tersebut memiliki waktu proses per produk yang berbeda-beda disetiap workstation seperti yang tertera pada Tabel berikut:

Tabel 1. Waktu proses per produk pada setiap workstation

Workstation

Waktu yang dibutuhkan (menit)

Waktu tersedia per shift (menit)

Kemeja

“SIIP”

Kaos

“JOSS”

1

0,45

0,5

90

2

1,05

0,45

210

3

0,9

0,45

180

4

0,6

0,5

120

 

Pemilik menetapkan harga jual kemeja sebesar Rp35.000,- dan kaos sebesar Rp40.000,-. Pemilik akan mengambil keuntungan sebesar 45% dari harga jual kemeja dan 50% dari harga jual kaos.

Permasalahan tersebut akan dimodelkan secara matematis untuk agar kita dapat mencari banyaknya kemeja dan kaos yang harus diproduksi setiap harinya agar keuntungan yang didapatkan optimal.

Berdasarkan permasalahan diatas, didefinisikan dua buah variable yang menunjukkan masing-masing jumlah produksi kemeja atau kaos.

 

Definisi

X1 = Jumlah produksi kemeja

X2 = Jumlah produksikaos

Berdasarkan persentase keuntungan yang diambil dari masing-masing produk, dibentuk fungsi tujuan sebagai berikut:

  

Fungsi Tujuan

Memaksimalkan

= 15750 X1 + 20000 X2

Dengan segala keterbatasan yang ada dalam proses produksi, dapat diberikan kendala-kendala sebagai berikut:

 

Kendala

0.45 X1 +  0.5 X2 ≤ 90

1.05 X1 +  0.45 X2 ≤ 210

0.9 X1 + 0.45 X2 ≤ 180

0.6 X1 + 0.5 X2 ≤ 120

X1 ≤ 200

X2 ≤ 120

X1 , X2 ≥ 0

 

Persoalan di atas dapat diselesaikan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan menggunakan program linear. Metode yang digunakan dalam penyelesaian secara program linear pun beragam, hingga didapat nilai X1 dan X2 yang dapat menghasilkan keuntungan optimal.

 

 

Referensi:

Faozi, Anis. 2016. “Mengenal Pemodelan Matematika”. https://caramudahbelajarmatematika.com/mengenal-pemodelan-matematika/. Diakses pada tanggal 16 November 2016 pukul 09:27.

Dilema Matematika

Kuliah di Matematika, sering kali kita mendengar orang- orang disekitar berkata, “Wah keren banget, kakak pintar yaaa” , “Hebat sekali”, dan sebagainya… Tapi pernahkan kita, sebagai lakon yang menjalani perkuliahan di Matematika, merasa jenuh? Well nyatanya cukup banyak mahasiswa matematika yang telah mengenyam pendidikan selama 1- 2 semester merasakan hal ini. Permasalahannya simpel…. materi matematika yang kita sukai di SMA ternyata hanya sebagian kecil dari mata kuliah di Jurusan Matematika, selebihnya? Selamat datang di dunia pembuktian!

Tentu saja hal ini menjadi momok yang seakan turun- temurun dari setiap angkatan di Matematika. Untuk yang merasa terlalu jenuh, beberapa memilih pindah ke jurusan lain. Untuk yang masih punya tekad baja, belajar mati- matian demi masa depan gemilang. Tapi banyak pula yang tetap bertahan…

Lalu bagaimana cara kita mengatasi dilema tersebut? Meskipun semua orang punya pilihannya masing- masing, tapi ada hal yang bisa jadi pertimbangan:

Kenali orientasi diri, setelah merasakan perkuliahan, masih ingin IPK cum laude atau tidak?

  1. Kalau jawabannya iya, BELAJAR! Cari link sebanyak- banyaknya ke kakak- kakak angkatan yang punya kepintaran sekelas Eintein. Pasti ada kok. Jalin hubungan yang baik dan jangan sungkan- sungkan buat bertanya. Tutorial juga selalu tersedia, baik dari jurusan maupun dari Himatika, manfaatkan saja fasilitas tersebut secara maksimal. Ada usaha pasti ada hasilnya kok J
  2. Kalau jawabannya tidak, mungkin kita butuh mengeksplorasi diri kita lebih dalam lagi, tentang kesukaan- kesukaan kita, hobi, bakat, dan passion. Sebagai mahasiswa, walaupun dituntut untuk aktif belajar, kita tidak dilarang kok untuk mengikuti berbagai macam kegiatan positif untuk mengembangkan diri. Toh dunia selepas masa kuliah tidak melulu soal IP, tapi softskills juga banyak dibutuhkan (bukan berarti mengabaikan kuliah ya!)

 

Sebenarnya. Kuliah di Matematika itu susah- susah menyenangkan kok, tergantung cara kita memandangnya. Yang penting tetap semangat, optimis, dan jangan lupa senantiasa berdoa J

Ternyata 24 Jamku tak Sebanyak Kewajibanku

oleh: Hana Safitri

 

Apa kabar mahasiswa? Sudah seberapa lamakah engkau menjadi mahasiswa? Kemungkina besar jawabnnya ada yang baru beberapa bulan saja, bahkan beberapa hari, ada yang sudah setahun bahkan bertahun-tahun. Bagaimana rasanya menjadi mahasiswa, mahasiswa baru? Apakah sesuai ekspektasi atau sebaliknya? Ada  keluhan atau sudah bergelimang keluhan?

Yah, begitulah hidup. Setiap orang memiliki massanya masing-masing, ada massa di mana pundaknya semakin diberatkan dengan kewajiban-kewajiban yang kadang tak tahu dari mana asalnya. Terlebih lagi ketika seseorang memilih untuk meningkatkan levelnya, misal dari level anak SD menuju ke level SMP, tentu beban yang dipikulnya sudah tak seringan anak SD lagi, begitu juga ketika anak SMP memilih untuk menaiki levelnya menjadi anak SMA dan anak SMA yang memilih menaiki levelnya menjadi seorang mahasiswa atau yang lebih ekstrim lagi membina sebuah rumah tangga *woooow*. Di sini penulis menggunakan kata “memilih”, mengapa demikian? Karena untuk menaiki level itu tersendiri merupakan suatu pilihan, pilihan untuk menambah kewajiban-kewajiban yang ada pada tiap levelnya.

Ketika menjadi mahasiswa, bertambah pula kewajiban kita. Pertama dan paling utama yaitu kewajiban kita sebagai seorang anak yaitu berbakti kepada orang tua. Ketika kita sadar kewajiban kita sebagai seorang anak tentunya segala kewajiban dan amanah yang kita dapatkan dari orangtua harus kita laksanakan. Perlu diingat definisi kewajiban itu sendiri apa Kewajiban berasal dari kata wajib. . Menurut Prof. Notonegoro “Wajib adalah beban untuk memberikan sesuatu yang semestinya dibiarkan atau diberikan melulu oleh pihak tertentu tidak dapat oleh pihak lain manapun yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa oleh yang berkepentingan. Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan.” Oleh karena itu, ketika kita sadar apa makna dari kewajiban maka semakin terasa berat sudah pundak kita, ternyata banyak sekali beban yang dipikul. Menjadi mahasiswa yang hanya focus kepada kewajiban berkulaih saja sudah terasa berat ya, ketika dosen membebankan tugas yang banyaknya dan tingkat kesulitannya bikin nangis-nangis sendiri, belum lagi mahasiswa yang memilih jalan untuk ikut berorganisasi yang mengikuti banyak kepanitiian, yang kerja part time, yang aktif di forum-forum diskusi terlebih lagi bagi mahasiswa yang diamanahi jabatan penting dalam orgnisasi atau forum-forum tersebut. Lengkap sudah yaa -_-

Buat pembaca yang memegang amanah double bahkan triple, terasa ga sih bahwa satu hari itu rasanya tidak cukup dalam memenuhi segala kewajiban kita? Mungkin ada yang akan berpendapat “siapa suruh nyusahin diri sendiri, udah tau waktunya ga banyak masih aja ikut organisasi, masih aja ikut kepanitian, mending focus belajar aja, ngerjain tugas ajalah  dan sebagainya….” Kalau difikir-fikir benar juga sih, ngapain ikut organisasi, ngapain ikut kepanitian di kampus toh ga dapat bayaran juga kan cuma dapat lelahnya doang, malah waktu istirahatnya jadi berkurang? Tetapi di situlah pointnya, belajar tak melulu soal duduk manis di ruang kelas tetapi ada banyak pelajaran hidup yang tak akan kita dapatkan apabila kita hanya terfokus di ruang kelas. Ketika kita disibukkan oleh banyak hal yang baik-baik, yang “baik-baik” ya maka akan semakin bermanfaat waktu kita dan akhirnya kita menyadari bahwa 24 jam itu akan terasa sangat singkat. Dari situ kita belajar bagaimana seni mengatur waktu agar segala kewajiban dari manapun asalnya dapat dilakasanakan dengan seoptimal mungkin. Yuk bangun, yuk bangkit, ga ada lo gaess orang-orang yang penting itu tidurnya delapan jam per hari, ga ada. Cari tau deh, atau tanya orang-orang yang kamu anggap serius di dalam memimpin dan melaksanakan segala kewajiban akademiknya dengan sungguh-sungguh, pasti kamu akan mendapatkan jawaban yang sama. Seorang professor pernah menyampaikan bahwa untuk menyiapkan materi di kelas dibutukuhkan waktu hingga jam dua sampai tiga malam agar apa yang beliau sampaikan dapat disampaikan sebaik mungkin untuk para mahasiswanya, bayangkan jika professor itu sudah memiliki keluarga dan memiliki anak, maka waktunya tidak akan bisa terfokus untuk menjadi professor saja, namun ada focus-fokus lain yang harus segera terselesaikan yaitu mengurus keluarganya. Nah, orang-orang besar itu tidak akan terlepas dari pundak yang ringan, mereka akan dibebani terus menerus dengan kewajiban-kewajiban yang akan mengurangi waktu tidurnya untuk menjalankan kewajiban-kewajiban tersebut, bukan untuk menonton drama korea atau kalian tahulah maksud penulis apa, wkwkwk. Percayalah semakin banyak kewajibanmu maka semakin naik pula levelmu. Maka sekarang adalah pilihan, ingin naikkah levelmu atau ingin menjadi yang biasa saja? Apakah sama orang yang lari dari menyibukkan diri dengan orang yang berusaha menyibukkan diri untuk hal yang bermanfaat? Lelah? Biarlah! Toh nanti kita akan mendapatkan jatah istirahat yang panjang kan? Ketika sudah tak berada di bumi ini lagi.

Logika Fuzzy

Hai semuanya! Bertemu lagi dengan artikel Lemma, yeayy *alay * abaikan.

 

Kali ini, kita akan membahas Logika Fuzzy. Apa itu?

Logika Fuzzy adalah peningkatan dari logika Boolean yang berhadapan dengan konsep kebenaran sebagian. Saat logika klasik menyatakan bahwa segala hal dapat diekspresikan dalam istilah biner (0 atau 1, hitam atau putih, ya atau tidak), logika fuzzy menggantikan kebenaran boolean dengan tingkat kebenaran.

 

Logika Fuzzy memungkinkan nilai keanggotaan antara 0 dan 1, tingkat keabuan dan juga hitam dan putih, dan dalam bentuk linguistik, konsep tidak pasti seperti “sedikit”, “lumayan”, dan “sangat”. Logika ini berhubungan dengan set fuzzy dan teori kemungkinan. Logika fuzzy diperkenalkan oleh Dr. Lotfi Zadeh dari Universitas California, Berkeley pada 1965.

(Wikipedia)

 

Jadi kira-kira begitulah definisi logika fuzzy. Kemudian, apa penggunaan logika fuzzy dalam kehidupan sehari-hari?

Disadur dari http://asnugroho.net/papers/ikcsc.pdf, aplikas Logika Fuzzy dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut :

 

1. Logika Fuzzy untuk Sistem Pengaturan Suhu Ruangan

Untuk menentukan suhu dalam suatu ruangan, kita dapat menentukannya menggunakan Logika Fuzzy. Aturan dalam kontrol, mudah didefinisikan menggunakan kata-kata misalkan :

 

–         jika suhu dalam suatu ruangan dingin maka naikkan suhu penghangat.

 

–         jika suhu dalam suatu ruangan panas maka naikkan suhu pendingin.

 

2. Logika Fuzzy untuk Sistem Pengaturan Lampu Lalulintas

Logika fuzzy dalam pengaturan lampu lalulintas amat diperlukan untuk memperlancar arus lalulintas. Dengan adanya system yang bekerja secara otomatis diharapkan angka kecelakaan yang disebabkan oleh masalah lampu lalulintas dapat berkurang. Selain itu dengan adanya lampu lalulintas yang otomatis tentu saja akan mengurangi tugas polisi lalulintas, sehingga mereka bisa mengerjakan hal-hal lain yang belum teratasi.

 

Sedangkan sebagai dasar pengendalian dari sistem yang dijalankan, digunakan algoritma logika fuzzy. Untuk memudahkan pengendalian lampu lalulintas, ada beberapa istilah yang digunakan dalam pengendaliannya antara lain :

 

Untuk kepadatan jumlah kendaraan adalah :

–         Tidak Padat (TP),

 

–         Kurang Padat (KP),

 

–         Cukup Padat (CP),

 

–         Padat (P) dan

 

–         Sangat Padat (SP).

 

Sedangkan untuk lama nyala lampu adalah :

–         Cepat (C),

 

–         Agak Cepat (AC),

 

–         Sedang (S),

 

–         Agak Lama (AL) dan

 

–         Lama (L).

 

Jelas istilah-istilah tersebut dapat menimbulkan makna ganda (ambiguity) dalam pengertiannya. Logika Fuzzy dapat mengubah makna ganda tersebut ke dalam model matematis sehingga dapat diproses lebih lanjut untuk dapat diterapkan dalam sistem kendali.

3. Logika Fuzzy untuk Sistem Penggajian Karyawan

Dengan adanya system penggajian karyawan menggunakan logika Fuzzy  maka karyawan akan menerima gaji yang benar-benar sesuai dengan apa yang karyawan tersebut kerjakan karena mesin tidak mungkin melakukan korupsi.

 

Misalkan untuk mengevaluasi suatu pekerjaan, ada m faktor yang berpengaruh, tiap-tiap faktor terdiri-dari n level. Sehingga faktor ke-i level ke-j dapat ditulis sebagai xij. Diasumsikan bahwa, level yang lebih tinggi pada suatu faktor (nilai j naik) menunjukkan bahwa kompleksitas pekerjaannya lebih tinggi. Hubungan ini dapat dituliskan sebagai :

 

xij R xij-1, i=1,2,…,m dan j=1,2,…,n.

 

Misalkan ditetapkan ada k pekerjaan yang akan digunakan sebagai basis untuk melakukan evaluasi (bechmark), maka benchmark ke-r adalah Zr(X). Maka akan dicari berapakah nilai optimum untuk tiap-tiap level, agar dapat dihitung nilai untuk setiap benchmark. Jika nilai setiap bechmark ini sudah diketahui, maka dengan mudah kita dapat menentukan berapa gaji yang harus diterima oleh seorang karyawan dengan spesifikasi pekerjaannya.

 

Yup. Kira-kira begitullah definisi dasar dan beberapa kegunaan logika fuzzy. Sebenarnya, logika fuzzy masih banyak penggunaannya. So, mau makin mengembangkan logika fuzzy? ;)

Bincang- Bincang dengan Ketua LMNAS 27 & SEMNASTIKA 9

Kenapa Semnas tahun ini mengusung tema Logika Fuzzy?

kami mencari tema yang tidak terlalu umum dan tidak terlalu khusus, setekah berdiskusi dengan dosen akhirnya tercetus lah tema tentang logika fuzzy. Logika Fuzzy adalah pengembangan dari logika Boolean yg berhadapan dengan konsep kebenaran sebagian. Logika Fuzzy memungkinkan nilai keanggotaan antara 0 sampai 1. Menurut kami, logika fuzzy cocok untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang akan dihadapi, dan juga penerapanannya sangat luas.

 

Bagaimana ceritanya mas, pembicara dari Semnas tahun ini kan brandnya luar negeri ya?

Awalnya kita konsultasi dengan dosen, kemudian kita mendapat beberapa nama yang expert di bidang Logika Fuzzy dan kebanyakan memang dari luar negeri. Setelah melalui proses pe-lobby-an yang cukup sulit mulai dari proses mencari kontak dan lainnya, akhirnya Bapak Mahardhika Pratama (Lecturer (Assistant Professor), Department of Computer Science and IT, La Trobe University) bersedia menjadi pembicara.

Kebetulan juga nama- nama yang expert di bidang ini adalah dosen Matematika UGM, Ibu Rini, yang sayangnya berhalangan hadir karena berbenturan dengan kesibukannya, dan juga Bapak Widodo, yang langsung mendapat apresiasi baik dan beliau pun bersedia menjadi pembicara.

Selanjutnya kami juga mendapat nama alumnus Matematika UGM, Bapak Suryo Eko Hadianto (Direktur SDM dan UMUM PT. Bukit Asam, Tbk.) yang sudah pasti banyak menggunakan ilmu ini dipekerjaannya, dan alhamdulillah, beliau pun bersedia menjadi pembicara.

 

Apa beda LM & Semnas tahun ini dengan tahun sebelumnya?

Kalau LM titiknya bertambah, diharapkan dengan bertambahnya titik, peserta pun semakin bertambah.

Online quiz juga lebih dari sekali. Online quiz ini berhadiah buku KTOM (Kontes Terbuka Olimpiade Matematika) yang kebetulan memang baru diinisiasi tahun ini atas usulan dosen yang membimbing dan mengawal LM & Semnas.

Buku KTOM sendiri juga dijual bersama dengan pre-order kaos LM, yang merupakan kreatifitas dan inisiatif dari panitia.

 

Harapan terbesar untuk LM & Semnas tahun ini?

Pesertanya semakin bertambah, dan semoga juara LM tahun ini bisa berprestasi lagi di IMO seperti tahun- tahun sebelumnya.

 

Ketakutan terbesar untuk LM & Semnas tahun ini?

Peserta jauh di bawah target

 

Berapa persen persiapan LM & Semnas sampai saat ini?

75%

 

Perasaan Mas Ardi sebagai ketua?

Yang jelas tanggung jawabnya besar sekali, saya juga dituntut untuk profesional karena event ini kan bukan hanya untuk Himatika tapi juga untuk Departemen Matematika. Tapi semuanya kembali lagi ke panitia lain yang insyaAllah nanti bisa membawa LM & Semnas menuju kesuksesan.

Yah kalau dihitung- hitung senang dan stress-nya 50-50 lah…

 

Nah untuk yang masih penasaran dengan LMNAS 27 dan SEMNASTIKA 9, bisa banget cek websitenya di http://lmnas.fmipa.ugm.ac.id/ dan http://semnastika.fmipa.ugm.ac.id/

SICMA 2016

SILATURAHIM AND CAREER DAY FOR MATHEMATICS

“Build Connection, Get Inspiration, and Make A Career Projection”

 

Seringkali kita mendengar pernyataan bahwa anak lulusan Matematika hanya akan meneruskan studinya lebih tinggi dan mendedikasikan dirinya sebagai dosen saja. Atau bahkan ada yang mengatakan, “Anak matematika ya? Wah hebat mau jadi guru nih pasti.” Pernyataan itu tak lagi asing dan justru sekarang menjadi pertanyaan khusus dan mendalam bagi anak Matematika itu sendiri. Tidak ada yang salah dan memang tidak ada yang perlu untuk disalahkan. Ya, untuk apa mencari kambing hitam? Kan masih beberapa minggu lagi ada qurban. Hahaha.

Saat ini ialah waktunya anak matematika “unjuk gigi” di publik. Auramu bukan hanya menjadi guru maupun dosen, kawan. Banyak hal lain yang menantimu karena ilmu matematika adalah dasar dari semua ilmu yang ada. Di bidang ekonomi? Jelas. Di bidang statistika ? So, pasti. Nah, sekarang di bidang teknologi? Bisa saja, kenapa tidak? Alumnus Matematika UGM, Kelik Budiana, S.Si., M.Kom telah membuktikan itu. Bagaimana bisa? Beliau kini menjadi Kepala Bagian Bina Program dan Anggaran Pusat Teknologi Elektronika BPPT. Woohoo. Benar bukan dengan apa yang telah dikatakan sebelumnya? Nah, seperti apa sebenarnya prospek kerja anak lulusan Matematika ? Bagaimana agar kita bisa mempersiapkan diri untuk terjun ke seluruh bidang yang ada dengan kompetensi-kompetensi yang kita miliki? Lalu, bagaimana ya kita bisa mengulik informasi mengenai dunia kerjanya anak matematika dan tentunya pengalaman-pengalamannya? Jawaban dari semua itu, Anda bisa dapatkan dalam Silaturahim And Career Day Projection dengan tema ““Build Connection, Get Inspiration, and Make A Career Projection” pada Sabtu, 27 Agustus 2016 pukul 09.00 WIB di Ruang Aula Lantai 4 Gedung C.

PAKET KOMPLIT!

           ✔ ketemu antar angkatan                            susun strategi untuk studi                                

           ✔ tau peluang kerja lulusan math               ketemu dan sharing bersama alumni     

           ✔ tambah ilmu dan  pengetahuan kerja     jalin relasi